Artikel
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Procurement / Pengadaan
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 15206
VI.2 Procurement atau Pengadaan 
VI.3 Procurement tidak Indentik dengan Purchasing
VI.4 Pemilihan Supplier atau Pemasok
VI.5 Perjanjian Pembelian (Purchasing Agreement)
VI.6 Pola Konsinyasi Suku Cadang
VI.7 One Stop Shopping Supplier
VI.8 Bagian Pembelian adalah Negosiator Ulung
VI.9 Bagian Pembelian jangan hanya berorientasi terhadap Harga
VI.10 Hindari menaruh Karyawan Baru di Bagian Pembelian
VI.11 Bagian Pembelian adalah Keranjang Sampah Kesalahan
VI.12 Pengertian Discount dan dampaknya
VI.13 Bagian Pembelian sering dipegang oleh Pemilik
VI.14 Bagian Pembelian adalah tempat yang Enak atau Tidak Enak
VI.15 Membuat Penilaian terhadap Supplier
VI.16 Penghematan bukan hanya Kewajiban Bagian Pembelian
VI.17 Bagian Pembelian bukan Tukang Beli
VI.18 Bagian Pembelian harus punya Konsep dan Wawasan
VI.19 Bagian Pembelian versus Mekanik
VI.20 Bagian Pembelian merupakan Bagian dari Departemen atau Divisi Keuangan
VI.21 Bagian Pembelian versus Bagian Keuangan
VI.22 Bagian Pembelian harus turun Lapangan
VI.23 Bagian Pembelian mempunyai posisi lebih tinggi
Catatan : Sub judul yang berwarna merah masih dalam penulisan
Ditulis oleh : Tractor-Truck.Com
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Procurement / Pengadaan
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 16084
Sering sekali istilah procurement (pengadaan) dan purchasing (pembelian) disama artikan. Namun dalan kenyatannya pembelian adalah salah satu dari fungsi pengadaan. Fungsi dari pengadaan tersebut sangat luas, dan beberapanya adalah :
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Procurement / Pengadaan
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 14168
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Procurement / Pengadaan
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 14378
- Ditulis oleh Administrator
- Kategori: Procurement / Pengadaan
- Diperbarui pada 16 Jun 2016
- Dilihat: 14251



